Kamis, 06 Agustus 2009

Sejarah LPPTQ

Ide dasar terbentuknya Tim Penyelenggara Pelatihan Terjemah Al Qur'an (TPPTQ) sisitim 40 jam berasal dari bapak Muhaimin As'ad dari Rembang. Ketika itu tahun 1991 melaksanakan ibadah hajike tanah suci, terbentik dalam benak beliau sebuah pertanyaan besar" Bagaimana caranya agar umat Islam khususnya orang Indonesia dapat memahami isi Al Qur,an dengan mudah dancepat?". Beliau sadar betul bahwa kondisi umat Islam sangat memprihatinkan. Debgan kitab pedomannya sendiri terasa asing bahkan ada yang tidak kenal sama sekali. Al Qur'an masih berada di tempat yang tinggi tidak menyentuh ke bawah, orang sudah puas dengan hanya mampu membaca saja. Memeng banyak pesantren dan lembaga-lembaga pendidikan Islam tapi masih banyak yang belum sempat belajar di lembaga tersebut.Maka perlu adanya lembaga khusus yang mengajarkan bagaimana cara memahami Al Qur'an dengan sisitim yang praktis mudah dan dapat diserap oleh semua lapisan masyarakat.
Ide tersebut kemudian beliau sampaikan kepada orang yang beliau temui di Mkkah diantaranya bapak Ahmad Cholil sebagai ketua kloter, bapak Abdussalam, bapak Roem Rowi (yang saat itu belum Profesor). Ide tersebut mendapat tanggapan yang positif sehingga sesampainya di Madinah Al Munawwaroh ide itu dituangkan dalam sebuah sisitem dengan nama 40 jam.
Nama 40 jam diilhami oleh sholat 40 rokaat, atau "Arba'inan"di masjid Nabawi Madinah. Selain itu setelah diadakan kajian mendalam program ini dapat diselesaikan dalam waktu 40 jam dengan perincian 27 kali pertemuan, setiap pertemuan 90 menit, dilaksanakan seminggu sekali.
Keinginan bapak Muhaimin As'ad untuk mengadakan kajian atau pelatihan Al Qur'an dan membumikannya kepada kaum Muslimin sebenarnya sudah ada sebelum beliau berangkat haji tahun 1991. Hal ini terbukti bahwa beliau telah meneliti Al Qur'an dan menemukan index kosa kata yang terdapat dalam Al Qur'an kurang lebih 110 000 kata. Kemudian menganalisa pada surat-surat pendek yang terdapat dalam juz 'Amma tersebut ,ternyata hanya memuat 53% dari keseluruhan index kosakata dalam Al Qur'an. Artinya jika seseorang mampu menterjemahkan dan memahami Juz 'Amma , maka berarti baru mengantongi 53 % dari seluruh kosakata yang ada dalam Al Qur'an. Kemudian beliau menganalisa lagi surat-surat yang sering dibaca pada Majmu' Syarif

2 komentar: